Kamis, 27 April 2017

17.MUNADA



A.    Pengertian Munada
Munada adalah isim yang disebut sesudah “ ya “ atau salah satu akhwatnya,untuk meminta kehadiran orang yang dimaksud.
Contoh:
1.      Hai Abdullah                                                        =              يا عبدالله          
2.      Hai,orang-orang yang berbudi                             =          يا أهل الفضل    
3.      Hai orang yang zalim,ingatlah akibatnya            =  يا ظالما تبصر في العواقب
B.     Macam-macam Munada
Berdasarkan pembahasan tersebut,maka munada itu dapat dibagi dalam beberapa bagian,yaitu:
1.      Munada mufrad alam (bukan mudhaf dan bukan syibhul-mudhaf).
2.      Nakirah maqsud (isim nakirah yang tentu)
3.      Nakirah ghairu maqsudah (isim nakirah yang tidak tentu)
4.      Munada mudhaf
5.      Munada syibhul-mudhaf.


C.    Hukum Mudhaf
Berdasarkan pembahasan tersebut diatas pula,maka terdapat bermacam-macam hukum munada,yaitu.
Munada yang terdir dari mufrad alam atau nakirah maqsudah harus dibaca mabni dhammah tanpa tanwin.
Contoh: Hai Zaid               =    يا زيد
            Hai orang laki-laki =   يا رجل

Adapun munada yang terdiri dari nakirah ghairu maqsudah,mudhaf dan serupa mudhaf itu,harus dibaca nashab selamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar