Kamis, 27 April 2017

14.TAMYIZ



A.    Pengertian Tamyiz
Tamyid adalah isim manshub (dibaca nashab) yang terdapat pada akhir kalam,untuk menjelaskan dzat yang masih samar.Dengan kata  lainTamyid ialah ism yang disebutkan untuk menerangkan maksud isim yang mendahuluinya dan untuk menghapus tafsiran yang bermacam-macam.
Contoh: Saya minum satu gelas air            =           شربت كوبا ماء
Hatinya penuh gebira ria         =                           فاض القلب سرورا
Dengan memperhatikan contoh diatas dapatlah kita katakan bahwa setiap isim yang terdapat pada contoh tersebut memberkan penjelasan kepada kata-kata yang kabur sebelumnya.

B.     Macam-macam mumayyaz
Mumayyaz itu ada dua acam yaitu yang disebutkan dan yang tidak disebutkan.pertama yang disebut dalam kalimat,seperti,nama-nama timbangan,sukatan,jarak dan bilangan,kedua yang dapat difaami dari susunan kalimat tanpa disebutkan di dalamnya.
Contoh: Di kebun itu ada dua puluh ekor sapi bet          =          في الحقل عشرون بقرة  
,pedagang itu menjual kain sutra satu meter kepadaku.=       باعنى التاجر مترا حريرا     
Tempat itu sehat udaranya.                 =                                                 طاب المكان هواء



C.    Hukum Tamyiz Timbangan Takaran dan jarak.
Dalam tamyiz timbangan, takaran dan jarak boleh manshub,atau majrur denan idhofah atau majrur dengan huruf min,
Contoh: Saya minum satu gelas air     =          شربت مائة غرام لبنا

D.    Hukum Tamyiz Adad
Tamyiz ‘adad (bilangan) tiga sampai dengan sepuluh,isimnya harus berbentuk jama’ dan dijarkan,sebelas sampai dengan sembilan puluh sembilan isimnya harus mufrad dan di nashabkan dan untuk ratusan sammpai ribuan,isinya harus mufrad.
Contoh: Saya menanam tiga batang pohon.   =          غرست ثلاث شجرات
Di pohon itu ada empat puluh satu buah jeruk = في الشجرة إحدى و أربعون برتقالا
E.     Hukum Tamyiz yang Mumayyaznya tidak disebut.
Apabila mumayyaznya tidak disebutkan tamyiz itu dibaca nashab.
Contoh: Anak kecil itu baik pembicaraanya.=            حسن الغلام كلاما
F.     Syarat-syarat Tamyiz
Tidak ada tamyiz,kecuali harus berupa isim nakirah dan tamyiz itu tidak bisa terjadi,kecuali setelah kalam sempurna.
Berdasarkan pengertian tersebut,makan syarat tamyiz itu ada dua macam,yaitu.
1.      Harus dengan isim nakirah.

2.      Harus sesudah kalam yang sempurna (jumlah mufidah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar