Kamis, 27 April 2017

9. BADAL


A.Pengertian Badal
            Lafazh penyerta/pelengkap yang berfungsi menggantikan kedudukan lafazh sebelumnya tanpa         mempergunakan kata penghubung.
       Contoh: Ayahmu,Abdullah telah hadir.  =  حضر أبوك عبدالله
            Kalau kita perhatikan kata-kata terakhir pada contoh diatas,maka kita lihat masing-masing              didahului oleh satu kata yang tidak bermaksud sebenarnya,tetapi sebagai pengantar kata yang              mengiringinya.Seperti kita mengatakan Ayah mu Abdullah hadir.Kata Ayah disini bukan                      bermaksud sebenarnya tetapi maksud sebenarnya adalah Abdullah.

B. Bentuk Badal
            Bentuk badal ada 2 macam,yaitu:
            Jika badal itu terdiri dari kata isim,maka mubdal minhunya harus isim lagi dan apabila badal         itu terdiri dari fi’il maka mubdal minhunya harus terdiri dari kalimah fi’il pula.
      Berdasarkan uraian tersebut di atas,maka bentuk badal adalah sebagai berikut:
1.      Terdiri dari kalimah isim ( kata benda )
2.      Terdiri dari kalimah fi’il ( kata kerja)

C.Hukum Badal
            I’rab badal itu harus sesuai dengan i’rab mubdal minhunya, baik dalam keadaan
      rafa’,nashab,jar maupun dala keadaan jazm.

D.Maca-macam Badal.
Badal itu dapat dibagi dalam empat macam,yaitu:
1.      بدل من الشىء من الشىء
           Contoh: Saudara anda,Zaid telah datang.جاء أخوك زيد
2.      بدل البعض من كل
           Contoh: saya makan roti,sepertiganya أكلت الرغيف ثلثه
3.      بدل الاشتمال
           Contoh: Zaid,ilmunya bermanfaat bagiku.نفعنى زيد علمه
4.      بدل الغلط
Contoh: Saya melihat Zaid,kuda. رأيت زيدا الفرس


Tidak ada komentar:

Posting Komentar