Kamis, 27 April 2017

13.HAAL




A.    Pengertian Haal
Haal ialah isim yang dinashabkan yang menerangkan perihal/perilaku yang masih samar atau dengan istilah lain haal adalah isim yang dibaca nashab, yang menerangkan perilaku fa’il atau maf’ul bih ketika perbuatan itu terjadi,dan masing-masing fa’il atau maf’ul bih tersebut dinamakan shahibul haal.
            Contoh: Zaid datang dengan berkendaraan  =    جآء زيد راكبا
Jika kita perhatikan contoh tersebut maka kita akan mendapatkan bahwa isim-isim yang menjadi tarkib haal itu ada yang terletak setelah fa’il dan ada juga yang terletk setelah maf’ul bih kedua-duanya merupakan shahibul haal (pemilik haal).

B.     Macam-macam Haal
Kadang –kadang haal itu ada yang berupa isim mufrad,jumlah ismiyah,jumlah fi’liyah,zharaf,dan juga yang berupa jar majrur.
Contoh: Komandan itu pulang dengan kemenangan.= رجع القائد منصورا
C.    Syarat Haal
Tarkib haal mempunyai beberapa syarat sebagai berikut:
Tarkib haal itu harus berupa isim nakirah, harus sesudah kalam sempurna dan lafazh yang mempunyai haal harus berupa isim ma’rifat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar